Thursday, December 16, 2010

4 Hal Tersulit dalam Pernikahan

Tahukah Anda, mengapa banyak sekali pasangan yang bercerai menyalahkan kurangnya komunikasi sebagai penyebab perpisahan mereka? Apa sulitnya berbicara? Bukankah berbicara adalah aktivitas yang sudah kita lakukan sejak kita masih pacaran?
Namun, berkomunikasi ternyata tak semudah yang Anda bayangkan. Ketika suami mulai sering pulang malam, dan Anda merasa begitu takut untuk menanyakan kemana ia pergi, artinya ada hambatan komunikasi dalam hubungan Anda. Sayangnya, hal ini sering tak disadari oleh kebanyakan pasangan.

Di luar masalah komunikasi, ternyata ada tiga hal lain yang dianggap paling menantang dalam suatu perkawinan. Keempat hal ini terungkap dalam jajak pendapat yang digelar oleh situs SheKnows, dimana ribuan wanita mengikutinya. Untuk Anda yang sedang merencanakan pernikahan atau baru memasukinya, hal-hal ini bisa menjadi bahan renungan.

1. Sebanyak 36 persen pembaca mengatakan bahwa bagian tersulit dalam pernikahan adalah: berbicara dengan pasangan Anda. Statistik bahkan menunjukkan bahwa kurangnya komunikasi merupakan salah satu penyebab utama perceraian di Amerika (mungkin juga di Indonesia).
Menurut Dr John Gray, penulis Men are From Mars, Women are From Venus, perbedaan dalam gaya komunikasi bisa dikaitkan dengan perbedaan struktural dalam otak pria dan wanita. Otak pria lebih besar dalam segi ukuran, sedangkan otak wanita memiliki lebih banyak jalur saraf.  Pria cenderung menggunakan otak kirinya, yang menunjukkan fokus pada logika dan pemecahan masalah. Perempuan menggunakan kedua sisi otaknya, dan itu sebabnya mengapa kita bisa menghubungkan emosi dengan bahasa dan logika.


Jurnal Psychological Review terbitan Juli 2000 mengungkapkan bahwa pria dan wanita secara biologis mengatasi stres dengan cara berbeda. Perempuan cenderung mencari penghiburan dari rekan-rekan perempuannya. Kita butuh mengungkapkan rasa takut, dan perhatian dari sesama kita ternyata mampu menurunkan hormon stres kita.


Sebaliknya, pria lebih memilih "ngumpet", atau menghilang dari peredaran. Mereka akan berusaha menghindar ketika Anda mulai mengatakan, "Kita harus bicara...", karena hal itu berarti mereka harus mengungkapkan perasaan. Dan inilah ketakutan mereka yang terbesar. Pilihan mereka hanya melawan (dengan sikap yang cenderung defensif), atau menghilang.


Mampukah kini Anda melihat perbedaannya? Curhat dengan teman membuat Anda tenang; bagi pria, hal itu justru membuat jengkel. Ketika Anda kesal karena suami selalu melemparkan handuk yang baru dipakai ke atas tempat tidur, tak usah berteriak, "Kamu itu jangan enaknya sendiri! Masa harus aku terus sih, yang... bla, bla, bla...." Akan lebih mengurangi masalah bila Anda mengatakan, "Sayang, tolong gantungin handuk di jemuran dong?"


2. Dalam hubungan harus ada rasa saling percaya. Ironisnya, mempercayai pasangan adalah problem kedua yang dialami rata-rata pasangan (24 persen dari pasangan yang disurvei mengakui hal tersebut). Menurut penelitian, sejak 1 April lalu, hampir 37 persen perempuan merasa curiga terhadap keberadaan pasangannya. Tepatnya sejak berita perselingkuhan Tiger Woods ramai diperbincangkan.

Terlepas dari apa yang dilakukan pasangan, Anda perlu mengetahui bahwa kurangnya kepercayaan bisa merusak hubungan Anda. "Hal ini bisa memisahkan keluarga, dan merupakan penghambat besar untuk pemulihannya," kata Dr Neil Cannon, seorang terapis seks.

3. Bagaimana cara Anda menggunakan uang, ternyata juga merupakan tantangan tersendiri dalam hubungan suami-istri (23 persen). Begitu pula persoalan keyakinan dan nilai-nilai dalam keluarga.

Sebanyak 9 persen perempuan mengaku tidak setuju mengenai bagaimana cara membesarkan anak. Keyakinan yang berbeda antara pasangan bisa menyebabkan perselisihan emosional dan verbal. Cara terbaik untuk mengatasi perbedaan keyakinan adalah dengan mengutarakan pikiran Anda secara logis, dan mendengarkan apa harapan-harapan pasangan. Pahami bagaimana latar belakang keluarganya, atau bagaimana dulu ia dibesarkan. Perbedaan budaya keluarga bukan berarti keluarga Anda lebih baik darinya, karena setiap keluarga memiliki budayanya sendiri. Dari situ, berusahalah untuk berkompromi.

4. Masalah yang terlihat sepele, namun ternyata cukup penting, adalah memutuskan: Keluarga siapa yang harus didahulukan? Sebanyak 6 persen perempuan mengeluhkan persoalan menghabiskan waktu dengan keluarga pasangannya pada hari raya keagamaan. Meluangkan waktu satu hari khusus dalam setahun untuk keluarga pasangan ternyata begitu berat untuk kita.


Namun, yakini hal ini: semakin tulus penghargaan dan rasa senang yang Anda alami bersama keluarga suami, semakin aman dan stabil pernikahan Anda. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Ketika Anda berkomitmen untuk mencari jalan keluar tersebut, bukan tak mungkin Anda akan menjalani pernikahan yang lebih menyenangkan.

Tuesday, December 14, 2010

my shio kerbau


Shio Kerbau - Karakteristik, Pekerjaan, Calon Pasangan

Feb.19,1901 to Feb.07,1902
Feb.06,1913 to Jan.25,1914
Jan.25,1925 to Feb.12,1926
Feb.11,1937 to Jan.30,1938
Jan.29,1949 to Feb.16,1950
Feb.15,1961 to Feb.04,1962
Feb.03,1973 to Jan.22,1974
Feb.20,1985 to Feb.08,1986


Kerbau dalam zodiac Cina bukanlah banteng. Berdedikasi dan solid, Shio yang kuat ini dilahirkan sebagai pemimpin, sangat tergantung untuk meraih dan memiliki kemampuan untuk mencapai hal-hal luar biasa. Kerbau cenderung sangat metodikal dan lambat; mereka mendekati projek dengan langkah demi langkah yang menurut mereka terbaik, dan mereka tidak pernah kehilangan focus terhadap tujuannya. Mereka adalah pekerja yang tidak mengenal lelah yang sangat perhatian terhadap hal-hal kecil dan percaya untuk mengawali segala sesuatu dengan benar.
Dunia mungkin menganggap Kerbau sebagai orang yang terlalu serius atau tidak mampu untuk santai. Mereka memang sedikit kurang social secara alami dan cenderung menjadi introvert dalam keramaian. Yang memperburuk lagi, mereka tidak khawatir mengenai apa kata orang terhadap dirinya dan lebih memilih melakukan apa yang menurut mereke terbaik. Dibalik ketenangan itu, hidup sebagai Kerbau dapat merasa tertekan, kesepian dan tidak dapat berhubungan dengan baik dengan orang lain. Keluarga dan teman adalah sumber terbaik untuk menenangkan Kerbau, meskipun mereka tidak mengerti bagaimana membuat si Kerbau tenang. Sebagai pecinta, teman, keluarga, Kerbau menjadi teman yang penyayang, penyabar yang sangat melindungi dan dapat dipercaya.
Di luar dunia, Kerbau cenderung menjadi keras kepala, dogmatis, jenis orang yang memilih jalan sendiri yang tidak mengenal konsep untuk mengalah.Kerbau tidak peduli jika ditekan, karena mereka menganggap merekalah yang terbaik dalam Shio Cina. Ada kebenaran dari teori tersebut, karena Kerbau sangat pandai, dapat dipercaya, peduli dan dihormati. Jika kamu membutuhkan kejujuran, tegar dan nasihat yang terbuka, carilah si Kerbau.
Pelajaran terbaik untuk si hebat Kerbau adalah untuk berjuang mengalahkan sifat alami yang membuat mereka tidak dapat dekat dengan orang lain. Jika mereka dapat belajar untuk menghargai kualitas diri, mereka akan memiliki ruang di hati orang lain.
Pasangan yang cocok untuk Kerbau adalah Ular atau Ayam.